Purdi E. Chandra dalam bukunya “Cara Gila jadi Pengusaha” berpendapat bahwa apabila orang gagal, maka tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Dan justru kita harus lebih tertantang lagi dengan usaha yang sedang kita jalani yang mengalami kegagalan itu. Dan mempergunakan kegagalan atau pengalaman negatif itu untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali. Terus terang gw nulis ini karena saia baru tau kalau kita berani untuk sukses maka harus berani gagal. Nampaknya kegagalan itu baru melandaku saat ini
Nah semoga lewat nulis biografi dan jalan jalan ke website nya mbah Purdi E Chandra saya berharap bisa tertular dan terjangkiti virus dan penyakit sukses amin –
maaf disambi curhat dan mohon doanya
kembali ke topik ya, Purdy E Chandra lahir di Lampung 9 September 1959. Purdi sudah mulai berbisnis sejak ia masih duduk di bangku SMP di Lampung, yakni ketika beliau beternak ayam dan bebek, dan kemudian menjual telurnya di pasar. Baru pada tanggal 10 Maret 1982, dia bersama teman-temannya mendirikan Lembaga Bimbingan Belajar Primagama. Bisnis tersebut dijalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat – hanya 2 orang – sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia. Waktu mendirikan bisnisnya tersebut Purdi E Chandra masih tercatat sebagai mahasiswa di 4 fakultas dari 2 Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta, yakni pada jurusan Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya. Namun karena merasa “tidak mendapat apa-apa” ia nekad meninggalkan dunia pendidikan untuk menggeluti dunia bisnis. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita.
Dibalik kesuksesan Purdi E. Chandra yang kita lihat sekarang ternyata untuk meraihnya butuh perjuangan yang sangat berat. Entah itu menghadapi masalah atau menghadapi berbagai kegagalan. Seandainya Purdi E. Chandra berhenti melanjutkan bisnis saat primagama hanya memiliki 2 siswa, mungkin dia bukanlah seorang purdi seperti saat ini
Dengan mengetahui sedikit kisah perjuangan mbah Purdi E Chandra, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasi kegagalan. Bila kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kia bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap menjadikan kita sebagai sosok entrepreneur yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.
